TAMBANG LONGGI MENELAN KORBAN LAGI

Makarti Jaya (11/01/2018) Ditengah – tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit ditambah dengan terbatasnya Lapangan pekerjaan membuat sebagian masyarakat berbuat agak nekad walaupun pekerjaannya itu tidak memiliki ijin alias illegal. Disebelah utara Desa Makarti Jaya , kira – kira 2 hari perjalanan tepatnya ditengah –tengah hutan belantara yang berlokasi di Wilayah Naimu dan Longgi, berbatasan dengan hutan lindung terdapat Tambang Emas Tradisional/Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI). Aktifitas penambangan rakyat  sudah lama berlangsung dan mayoritas Penambang berasal dari luar Desa Makarti Jaya. Umumnya mereka berasal dari suku Gorontalo, Suku Minahasa dan Bolmong.

Pada hari Sabtu tanggal 6 Januari 2018,  tambang Longgi memakan korban lagi. Telah terjadi bencana Longsor di lokasi tambang tersebut dan memakan korban 4 orang penambang. Empat Orang penambang tersebut semuanya tewas ditempat ditimpa longsor. Keempat penambang itu berasal dari luar Desa Makarti Jaya. Masyarakat Desa Makarti Jaya bersama Tagana, BPBD dan Basarnas  membantu proses pencarian Korban.  Minggu 7 Januari 2018  2 Orang penambang ditemukan tewas . Jenazahnya tiba di Desa Makarti Jaya pada hari senin tanggal 8 Januari 2018 Pukul 5.30 Wita. Kedua Jenazah tersebut bernama Suhartono Usman berasal dari Desa Bionga Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo dan yang kedua bernama Hamim Tun berasal dari Desa Tirtoasri Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato . Kedua Jenazah langsung diantar menggunakan Ambulance Puskesmas Panca Karsa II ke Alamat masing – masing.

Pada hari  Rabu 10 Januari 2018 ditemukan 1 Jenazah lagi bernama Yanto Kune berasal dari Desa Suka Makmur Kecamatan Patilanggio Kabupaten Pohuwato. Jenazahnya Tiba di Desa Makarti Jaya pada hari Kamis 11 Januari  2018 pukul 13.00 Wita. Jenazah langsung diantar ke Alamatnya di Desa Suka Makmur menggunakan Ambulance dan dikawal oleh Basarnas. Kini tinggal menunggu Satu Orang lagi yang belum ditemukan. Tim dari Basarnas, Anggota Kepolisian Sektor Taluditi, Tagana, BPBD dan Masyarakat bersama – sama masih berusaha mencari jenazahnya dengan menggunakan alat seadanya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan