SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN HAMA TERPADU (SLPHT)

Salah satu kegiatan dalam bidang budidaya tanaman adalah kegiatan pemeliharaan tanaman setelah ditanam sampai sebelum panen atau berproduksi. Kegiatan pemeliharaan bermacam-macam, misalnya dalam rangka perawatan tanaman, pelestarian kondisi lingkungan, ataupun pengelolaan serta penjagaan terhadap tanaman dari inhibitor yang nantinya mengurangi hasil produksi dari tanaman yang dibudidayakan. Kegiatan pemeliharaan saling berkaitan sehingga diperlukan keuletan dalam setiap kegiatan pemeliharaan yang dilakukan. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan dalam kegiatan pemelihaaraan yaitu, penjagaan terhadap tanaman baik dari cekaman biotik maupun abiotik.

SLPHT merupakan salah satu kegiatan yang diunggulkan dan dianggap solutif dalam rangka pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman terutama pada komoditas utama masyarakat desa Makarti jaya, salah satunya kakao. Kegiatan lapangan tersebut dilakukan pada tanggal 15 Juli 2017 di kebun kakao milik bapak Nasroi, salah satu ketua kelompok tani yang ada di desa Makarti Jaya. SLPHT dilakukan selama kurang lebih 3 jam dengan konten kegiatan berupa diskusi mengenai permasalahan OPT yang ada di kebun kakao masyarakat desa, berbagi informasi dan solusi berbagai permasalahan yang ada pada komoditas pertanaman masyarakat, serta praktek pembuatan rorak.

Rorak adalah galian yang mempunyai kedalaman lebih dari 30cm dengan ukuran panjang dan lebar yang bervariasi dan digunakan untuk menimbun berbagai sisa bagian tanaman. Rorak merupakan salah satu cara pemberian perlakuan sanitasi pada lahan dengan tetap memperhatikan kelembaban yang ada pada tanah. Rorak juga dibuat sebagai media pembuatan pupuk kompos yang nantinya akan dikembalikan lagi untuk memperbanyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Selain itu, rorak juga bisa digunakan sebagai penghambat OPT untuk berkembang di tanaman.

Kegiatan diskusi SLPHT di kebun kakao berlangsung menarik. Hal tersebut dikarenakan banyaknya permasalahan yang dialami oleh seorang petani tetapi ada banyak solusi dari petani yang lain sesuai dengan pengamatan yang ada di kebunnya. Beberapa permasalahan yang mendominasi kebun kakao masyarakat desa Makarti Jaya, antara lain VSD, PBK, dan lumut pada batang tanaman kakao. Ketiga permasalahan tersebut muncul karena adanya pengaruh lingkungan terutama intensitas cahaya matahari yang fluktuatif dengan datangnya hujan. Dari diskusi yang dilakukan, diperoleh berbagai solusi misalnya penanaman tanaman pelindung yang tidak mempengaruhi pertanaman sehingga produksi buah tidak menurun, pemangkasan secara rutin untuk memicu tunas maupun menjaga kelembaban lingkungan pertanaman, dan sanitasi kebun yang baik dalam rangka mempertahankan ketersediaan unsur hara maupun air tanah, perlakuan perlindungan buah seperti sarungisasi, dan pengendalian hama secara hayati sehingga tidak berbahaya baik bagi lingkungan biotik maupun abiotik.

Diharapkan nantinya, dari diskusi yang sudah dilakukan dapat meningkatkan semangat petani dalam melakukan kegiatan budidaya sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kualitas yang baik akan berpengaruh pada permintaan konsumen di pasar global sehingga nantinya hasil pertanian dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani khususnya di desa Makarti Jaya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan