Musyawarah Dusun Rejo Mulyo

Dusun Rejo Mulyo menjadi dusun ke-2 dalam rangkaian musyawarah dusun di Desa Makarti Jaya dalam rangka penggalian gagasan untuk Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) 2018 yaitu tanggal 5 Juli 2017. Seperti di dusun sebelumnya, warga telah berkumpul di ruamah kepala Dusun setelah maghrib. Partisipasi warga Rejo Mulyo dapat dikatakan tinggi, tidak kurang dari 50 warga berkumpul untuk menyuarakan aspirasinya. Sebelum memasuki sesi utama, terdapat pembicaraan mengenai program jumat bersih. Banyak pendapat yang berkembang disana, namun mekanisme program kebersihan lingkungan ini pada akhirnya sama dengan dusun Mekar Sari yaitu dengan membayar iuran Rp. 3.000,00/KK. Ada warga yang berpendapat bahwa iuran ditarik berdasarkan kepemilikan lokasi agar tidak ada kecemburuan dari pemilik lokasi yang lebih sempit, namun akhirnya iuran dipatok tiap kepala keluarga karena tiap warga memiliki kewajiban akan kebersihan lingkungannya. “ Setiap warga punya kewajiban untuk kerja bakti”, ujar Bapak Nasroi. Iuruan tersebut akan ditampung sebagai kas dusun yang akan digunakan untuk pengendalian rumput dan pembuatan got.

Penyusunan RAPBDes untuk tahun ini dipercepat berkaca dari minimnya capaian penggunaan anggran tahun ini karena pembuatan RAPBDes yang sedikit terlambat karena alasan tertentu. Untuk RAPBDes tahun 2018 diharapkan dapat dilakukan fix-sasi pada bulan Desember agar pada bulan Januari 2018 dana siap dikelola. Perencanaan kerja pembangunan desa untuk dusun Rejo Mulyo turut memperhatikan prioritas pemerintah khususnya dalam bidang pertanian yaitu : 1). Petani sawah untuk swasembada pangan dan 2). Tanaman tahunan seperti Kakao yang membuat pemerintah merekomendasikan bantuan berupa pembangunan embung dan drainase. Oleh karena itu, usul dalam bidang pertanian menjadi prioritas pembangunan untuk dusun Rejo Mulyo. Dalam forum ini, petani meminta bentuan benih unggul beserta pupuk dengan label asli atau berkualitas tinggi, Selain, itu warga terutama petani mengusulkan jalan usaha tani untuk memudahkan petani dalam mengeluarkan hasil pertaniannya. Masih di bidang pertanian, masyarakat juga membutuhkan saluran irigasi di lahan serta kehadiran penyuluh pertanian. Banyak usulan lain yang kemudian berkembang dalam forum, diantaranya:

  • Pembangunan penguat tebing di sekdam
  • Perlengkapan kelopok majelis taklim, tahlil, dan al-diba’ berupa genset, tenda, dan pengeras suara
  • Perbaikan Taman Pendidikan Quran (TPQ)
  • Alat penyiangan rumput
  • Penimbunan lapangan untuk sarana olahraga desa
  • Penambahan modal untuk BUMDes dan UMKM sepeti bengkel
  • Program pelatihan untuk peningkatan kapasitas
  • Mempertegas penertiban sapi di fasilitas umum

 

Dilihat dari dinamika forum, masyarakat Dusun Rejo Mulyo termasuk masyarakat yang demokratis. Masyarakat Dusun Rejo Mulyo aktif mengusulkan aspirasi yang menjadi kebutuhan mereka, tidak melulu berupa bantuan infrastruktur namun juga bantuan berupa program pemberdayaan berupa peningkatan kapasitas masyarakat. Dalam musyawarah dusun kali ini terdapat pula selipan sosialisasi program dari Mahasiswa KKN PPM UGM 2017 Sub-Unit Desa Makarti Jaya. Program yang ditawarkan mahasiswa seperti penggemukan ternak dan pembuatan nama jalan di wilayah Desa Makarti Jaya dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan