Berita Musyawarah Dusun

Musyawarah Dusun dalam rangka penggalian gagasan untuk Rencana Kerja Pembanguan Desa tahun 2017 masih berlanjut. Setelah Dusun Mekar Sari dan Dusun Rejo Mulyo, Dusun Makmur Jaya dan Dusun Laonggo menyusul mengadakan musyawarah dusun. Pelaksanaan musyawarah dusun di seluruh dusun yang telah menyelenggarakan berjalan dengan tertib dan cukup demokratis. Dalam musyawarah dusun, tidak hanya masyarakat dari golongan tua yang hadir namun juga terdapat golongan muda yang hadir, seperti musyawarah dusun di Dusun Makmur Jaya.

Musyawarah Dusun Makmur Jaya diselenggarakan di rumah Kepala Desa Makarti Jaya pada hari Jumat tanggal 7 Juli 2017. Musyawarah Dusun Makmur Jaya tidak hanya dihadiri oleh warga dusun, perangkat desa, dan BPD Makarti Jaya, namun juga turut hadir mahasiswa KKN PPM UGM 2017 Sub-Unit Makarti Jaya dan Pendamping Lokal Desa Bapak Zainul Arifin. Dalam sambutannya, Bapak Zainul Arifin menjelaskan mengenai pentingnya pendampingan desa, mengacu pada UU No. 6 Tahun 2014. Pendamping hadir sebagai control atas capaian penggunaan Dana Desa, diharapkan penggunaan dana desa harus sesuai dengan apa yang telah direncanakan dalam RAPBDes.

Seperti musyawarah dusun yang telah berjalan di dusun-dusun yang lain, terdapat pembahasan mengenai progam kebersihan lingkungan hingga akhirnya menghasilkan keputusan iuran tiap KK sebersar Rp. 3.000,00/bln yang nantinya dapat digunakan untuk penyemprotan rumput atau hal yang lain. Kepala dusun berencana mendata siapa saja yang sudah membayar iuran ataupun yang belum dan melaporkannya tiap bulan agar ada transparansi kas dusun. Selain itu, terdapat pula pembahasan mengenai penamaan jalan. Salah seorang warga mengusulkan bahwa nama jalan lebih baik menggunakan nama pahlawan.

Setelah pembukaan dan pembahasan-pembahasan awal, tibalah gilirannya masuk sesi utama yaitu penggalian gagasan. Kadus, Imam Ghozali Toib mengajak warganya untuk menyampaikan aspirasi dalam rangka memperbaiki desa hingga akirnya banyak aspirasi  yang masuk. Warga dusun Makmur Jaya menyadari akan pentingnya menyampaikan aspirasi mereka karena mereka lah yang berhak atas dana yang ada, seperti disampaikan oleh Pak Mustaqim bahwa “yang punya dana ini adalah rakyat”.

Usulan-usulan yang masuk dari warga Dusun Makmur Jaya antara lain:

  • Pembangunan jalan usaha tani
  • Pembangunan plat dekker
  • Penguatan tebing sungai
  • Perbaikan TPQ Al-Mubarokah
  • Bantuan untuk UMKM seperti UMKM pembuatan tempe dan gula merah
  • Bantuan polybag dan empon-empon untuk dasa wisma
  • Bantuan seraga sekolah untuk siswa miskin
  • Bantuan ternak sapi
  • Peningkatan Kapasitas Masyarakat
  • Bantuan untuk siswa miskin dan mahasiwa yang kurang mampu
  • Bantuan untuk ibu hamil
  • Bantuan susu untuk lansia
  • Pengobatan gratis untuk masyarakat

 

Setelah Dusun Makmur Jaya, malam berikutnya giliran dusun Laonggo. Dusun Laonggo merupakan satu dusun yang mayoritas terdiri dari orang sangir dan beragama kristiani namun toleransi antar umat beragama mereka sangat tinggi, terbukti mereka bersedia untuk tidak beternak babi karena mayoritas warga Desa Makarti Jaya beragama muslim. Warga Dusun Laonggo juga tidak kalah semangat dan demokratis dengan dusun-dusun lain sehingga memunculkan beberapa usulan seperti pembangunan drainase, pembangunan jalan usaha tani, perlengkapan seperti genset untuk kelompok petani kakao, bantuan ternak, bantuan bibit, dan sarana prasarana untuk kegiatan keagamaan.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan